Dialog Dogmatis
Diskusi itu dialog, dialog itu komunatif bukan sekedar dogmatis.
Bagaimana bisa anda sebagai ust, berani mengatakan agama ini tidak butuh logika,..?
Anda katakan kita harus kembali ke al qur'an dan hadis, pertanyaan saya, bagaimana cara anda kembali ke al-qur'an dan hadis?
Anda katakan dengan tegas, bahwa anda tidak menerima pendapat ulama manapun, alasannya karna anda sangat khawatir, tafsiran ulama terhadap al-qur'an sangat subjektif.
Pertanyaan saya, kalau ust menolak akal "logika" dan pendapat/tafsiran ulama, lalu bagamana ust bisa sampai pada al-qur'an..?
Bagaimana bisa anda sebagai ust, berani mengatakan agama ini tidak butuh logika,..?
Anda katakan kita harus kembali ke al qur'an dan hadis, pertanyaan saya, bagaimana cara anda kembali ke al-qur'an dan hadis?
Anda katakan dengan tegas, bahwa anda tidak menerima pendapat ulama manapun, alasannya karna anda sangat khawatir, tafsiran ulama terhadap al-qur'an sangat subjektif.
Pertanyaan saya, kalau ust menolak akal "logika" dan pendapat/tafsiran ulama, lalu bagamana ust bisa sampai pada al-qur'an..?
Komentar
Posting Komentar