Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Agama dan Akal.

Gambar
Agama Adalah Akal, Tak Menggunakan Akal, Tak Beragama (Imam Sadiq)      Wahyu yang suci diterjemahkan apa adanya atau tekstual, maka akan menghasilkan tafsiran tunggal. Sehingga akhirnya, hasil dari tafsiran tunggal ini berujung pada sadisme dan berutalisme. Agama yang awalnya mengajarkan kasih sayang, akhlak dan moral terpuji, membangun peradaban tinggi, menghargai hak-hak sesama, kemudian tiba-tiba berubah menjadi horor, menakutkan, sadisme, berutalisme, mudah tersulu temosi, anti peradaban, bahkan tidak memiliki toleransi dan kaku. Pemahaman agama yang ekstrim, kaku dan keras merupkan hasil dari pembacaan sumber-sumber ajaran agama secara tekstual. Hal ini juga yang membuat mereka menolak keras rasionalistas, tradisi, dan khazanah inteltual islam yang sangat kaya.  Pemahaman-pemahaman seperti ini telah membuat teks-teks suci menjadi corpus, tertutup dan sempit, sehingga teks-teks suci tersebut terputus dari konteks kekinian. Islam yang awalnya apr...